Novel ini berlatar tradisi Bali yang bercerita tentang kokokan, bangau, dan blekok, serta para petani di Subak Uma Lambing dalam rangka mengenang kebaikan mereka semua. Kisah ini tentang Arumbawangi, anak yang kotor sekali, tetapi sangat lucu.
Hello. Apakah kamu disana? Aku tahu kamu di sana. Aku tahu kamu mendengarkan suaraku. Hello. Aku tahu kita belum bisa bicara. Tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk meneleponmu. Aku hanya hendak bilang aku tidak akan menyerah